POLEWALI MANDAR — Kerajinan anyaman lidi hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Polewali mendapat respons positif dari masyarakat.
Puluhan pesanan diterima dan dikerjakan melalui kegiatan pembinaan kemandirian WBP, Minggu (20/09/2026).
Pesanan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Polewali mendorong WBP agar produktif sekaligus memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi. Berbagai produk anyaman lidi dibuat dengan memperhatikan kualitas, kerapian, dan ketepatan waktu pengerjaan.
Kasubsi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Polewali Herry Oscar bersama jajaran turut memantau proses produksi untuk memastikan setiap pesanan dikerjakan sesuai standar.
Sejumlah kerajinan yang diproduksi WBP antara lain lobo, keranjang pakaian, keranjang buah, dan piring lidi. Produk tersebut dibuat dari bahan lidi yang diolah dan dianyam secara manual oleh WBP yang mengikuti program pembinaan kemandirian.
Kalapas Polewali Sudarno mengatakan, proses produksi tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pesanan, tetapi juga menjadi sarana bagi WBP untuk belajar menjaga kualitas, kerapian, ketepatan waktu, dan tanggung jawab.
“Kami ingin setiap produk yang keluar dari Lapas Polewali memiliki kualitas yang baik. Karena itu, setiap pesanan kami kawal proses produksinya agar sesuai standar dan dapat memberikan kepuasan kepada konsumen,” ujar Sudarno.
Melalui kegiatan produksi kerajinan anyaman lidi, Lapas Polewali terus mendorong pembinaan kemandirian agar WBP memiliki bekal keterampilan produktif yang dapat dikembangkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi semangat “Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat.”















