POLEWALI MANDAR, – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Polewali, Sulawesi Barat, memperkuat pembinaan keagamaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peringatan tersebut digelar di Masjid Baiturrahman Lapas Kelas IIB Polewali, Kamis (24/9/2026), dan diikuti Kepala Lapas Polewali Sudarno, jajaran pegawai, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta warga binaan.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menghidupkan Spirit Akhlak Rasulullah dalam Transformasi Diri Melalui Peringatan Maulid Nabi: Dari Jeruji Pemasyarakatan Menuju Insan Berdaya dan Bermartabat.”
Kepala Lapas Kelas IIB Polewali Sudarno mengatakan, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk mengajak warga binaan meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW.
“Peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi sarana untuk meneladani sifat, perjuangan, dan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sudarno.
Menurut dia, nilai-nilai keteladanan Rasulullah juga relevan diterapkan dalam proses pembinaan warga binaan. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada aspek kedisiplinan, tetapi juga penguatan kepribadian dan spiritual.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian hikmah Maulid Nabi oleh Ustaz Ridwan Hilal.
Dalam ceramahnya, Ridwan mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak selawat serta menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam memperbaiki perilaku.
Pesan tersebut diharapkan dapat mendorong warga binaan untuk melakukan refleksi dan perubahan diri selama menjalani masa pembinaan di Lapas.
Kegiatan keagamaan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang diberikan kepada WBP sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Barat Said Mahdar turut memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dilaksanakan jajaran Lapas Polewali.
Menurutnya, kegiatan pembinaan seperti peringatan Maulid Nabi diharapkan memberikan dampak positif bagi warga binaan sekaligus mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat pemasyarakatan, yakni “Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat.”
Melalui kegiatan keagamaan, Lapas Polewali berharap proses pembinaan warga binaan dapat terus diperkuat, terutama dalam membangun karakter, akhlak, dan kesadaran untuk melakukan perubahan diri.















