POLEWALI MANDAR – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat Hj. Jumiati A. Mahmud kembali turun ke daerah pemilihannya untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan hearing dialog di Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Bonde S. Usman, Kepala Desa Parappe dan ratusan masyarakat dari tokoh pemuda, agama hingga tokoh masyarakat.
Warga tampak memenuhi aula kantor desa Bonde untuk mengikuti dialog sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi.
Bagi Hj. Jumiati, pertemuan di Desa Bonde memiliki makna tersendiri. Ia mengaku memiliki hubungan yang cukup panjang dengan masyarakat setempat, terutama sejak dirinya mulai menjadi anggota DPRD pada 2009.
“Sejak 2009 saya menjadi anggota DPRD dan Desa Bonde adalah daerah kemenangan saya. Hari ini saya hadir sebagai anggota DPRD Provinsi, saya tidak pernah lupa dengan Desa Bonde,” ujar Hj. Jumiati.
Legislator PKB itu menegaskan, perjalanan politiknya tidak membuat dirinya melupakan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjuangannya.
Meski kini berdomisili di wilayah Polewali A, ia mengatakan tetap merasa menjadi bagian dari Polman B, termasuk Desa Bonde.
“Karena saya sudah cinta dan hati saya tetap di Polman B,” katanya.
Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat harus terus dijaga. Sebab, bagi seorang wakil rakyat, hubungan dengan konstituen bukan hanya berlangsung ketika momentum politik, tetapi juga melalui komunikasi dan kehadiran di tengah masyarakat.
selaku Ketua DPC PKB Polman, Hj. Jumiati menjelaskan, kegiatan hearing dialog merupakan bagian dari agenda anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Hari ini adalah jadwal kegiatan yang diwajibkan seorang DPRD harus turun ke daerah pemilihannya untuk mendengarkan aspirasi masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai, pertemuan langsung dengan masyarakat penting untuk mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan. Aspirasi yang disampaikan warga nantinya dapat menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui fungsi dan kewenangannya sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan berbagai masalah yang muncul di tengah masyarakat sangat berkaitan dengan sejauh mana pemerintah hadir dan memberikan perhatian.
Hearing dialog di Desa Bonde menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan dan persoalan kepada wakil rakyat.
Kehadiran warga dalam jumlah besar menunjukkan antusiasme masyarakat mengikuti forum dialog tersebut. Aspirasi masyarakat diharapkan tidak berhenti pada penyampaian dalam forum, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan program dan kebijakan sesuai kewenangan pemerintah daerah dan DPRD.















