POLEWALI MANDAR – Sebanyak 31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti Gebyar Gizi Pekan Gizi Raya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Asosiasi Pengusaha Pengelola Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Polman tersebut menjadi ajang penyegaran sekaligus mempererat kebersamaan para relawan, mitra SPPG, supplier, kepala dapur, dan stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua APPMBGI Polman, Agusnia Hasan Sulur, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi kepada para relawan SPPG yang selama ini bekerja dengan tuntutan waktu dan aktivitas yang cukup berat.
Menurutnya, para pekerja dapur SPPG memiliki rutinitas yang padat. Bahkan, ketika sebagian masyarakat sedang beristirahat, para relawan justru mulai mempersiapkan pelayanan makanan.
“Kita tahu aktivitas daripada teman-teman di dapur itu luar biasa, tidak mengenal waktu. Orang sudah tidur mereka baru bangun. Mereka tidak pernah istirahat dan tentunya ini momen yang baik di hari libur mereka kita manfaatkan untuk juga bisa sharing,” kata Agusnia.
Berbagai perlombaan digelar untuk menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Di antaranya lomba makan kerupuk, nyanyi bersambung, lomba sarung, lari karung menggunakan helm, hingga permainan memasukkan bola ke dalam dus.
Kegiatan juga diramaikan pembagian doorprize dari sejumlah sponsor. Hadiah yang disiapkan antara lain voucher umrah, kartu Brizzi dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), serta produk gas Brigas ukuran 5 kilogram.
Agusnia menjelaskan, lokasi kegiatan dipilih karena waktu persiapan yang relatif singkat dan fasilitas di Alun-Alun Polewali dinilai cukup memadai untuk menampung peserta.
Pembiayaan kegiatan berasal dari partisipasi para mitra dan sponsor dengan dukungan dari asosiasi.
Menurut Agusnia, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi pengelola SPPG untuk bertemu, berbagi pengalaman, serta membahas berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan program MBG.
“Ini juga menjadi kesempatan untuk saling sharing mengenai persoalan yang dihadapi teman-teman di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI Polman, Muhammad Yusuf, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap para relawan yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi.
Ia menyebut para relawan, mitra, dan kepala dapur SPPG menghadapi berbagai tekanan, termasuk di tengah proses transisi kepemimpinan dan tata kelola program.
“Ini sebenarnya bentuk apresiasi kepada relawan. Framing-framing negatif selama ini kita mau counter dengan kegiatan ini, supaya mental teman-teman lebih refresh lagi,” ujar Yusuf.
Yusuf menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 55 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Polewali Mandar. Namun, hanya 31 dapur yang terdaftar dan mengikuti Gebyar Gizi Pekan Gizi Raya.
Tidak seluruh SPPG dapat berpartisipasi karena faktor waktu, persiapan, hingga jarak lokasi. Beberapa SPPG yang berada di Kecamatan Tinambung dan wilayah utara Polman tidak mengikuti kegiatan tersebut.
“Yang ikut lomba hanya 31 dapur yang registrasi. Lebih kepada timing waktu dan persiapan yang mungkin belum siap. Beberapa SPPG ini ada yang berada di luar wilayah Kecamatan Polewali, sehingga tidak semua ikut terlibat,” jelasnya.
Pelaksanaan kegiatan pada Sabtu juga disesuaikan dengan waktu operasional SPPG yang saat ini libur pada Sabtu dan Minggu. Dengan demikian, kegiatan tidak mengganggu pelayanan pada hari kerja.
Yusuf mengatakan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong pengembangan UMKM dan memperkuat kolaborasi antara SPPG dengan berbagai stakeholder.
“Kegiatan ini lebih kepada bagaimana saling menguatkan dan saling berkolaborasi dalam menjalankan program,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum awal untuk meningkatkan koordinasi antara APPMBGI, SPPG, dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.
“Harapan kami mengembangkan UMKM dan juga berkolaborasi dengan stakeholder. Selama ini MPG Polewali masih kurang dalam koordinasi dengan pemerintah. Hari ini kita mulai dengan riang gembira Gebyar Gizi Pekan Gizi Raya,” ujarnya.
Yusuf berharap keberadaan SPPG dan para relawan ke depan semakin mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi yang lebih kuat diperlukan untuk memperbaiki tata kelola dan pelaksanaan program.
Salah satu relawan dapur SPPG Matakali, Dewi, mengaku kegiatan tersebut berlangsung seru dan menyenangkan.
Menurutnya, berbagai perlombaan dan hiburan seperti solo karaoke menjadi momentum bagi para relawan untuk berkumpul, saling mengenal, sekaligus membangkitkan semangat setelah menjalani rutinitas di dapur SPPG.
“Bagus, seru. Jadi kita bisa ketemu teman-teman dan semangat lagi. Apalagi saya juga bekerja di dapur, jadi kegiatan seperti ini membuat kita bisa berkumpul dan saling mengenal,” ujar Dewi.
Dewi yang bertugas sebagai pemasak nasi mengatakan, bekerja sebagai relawan di dapur SPPG juga memberikan manfaat bagi dirinya dan keluarga karena menjadi salah satu sumber penghasilan.
“Ya, saya kerja di dapur, jadi ada penghasilan. Terus kita juga bisa punya teman dan mendapatkan pengalaman,” katanya.
Dewi berharap program MBG dapat terus berjalan dan mendapat dukungan dari masyarakat.
“Harapannya kalau memang program ini bagus dan disukai semua masyarakat, mudah-mudahan bisa berjalan lebih lama dan ke depannya semakin baik,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan kebersamaan seperti perlombaan HUT Kemerdekaan RI dapat dijadikan agenda tahunan.
“Kalau memang programnya panjang, mudah-mudahan setiap tahun, setiap tujuh belasan, bisa ada lomba-lomba lagi. Kalau bisa lombanya lebih banyak lagi supaya semakin seru dan bisa mempererat kebersamaan,” tuturnya.














