BeritaPertanian

Program Bibit Kopi Mamasa Ditangkar di Polman, Menghadapi Risiko Pertumbuhan Akibat Suhu Panas

×

Program Bibit Kopi Mamasa Ditangkar di Polman, Menghadapi Risiko Pertumbuhan Akibat Suhu Panas

Sebarkan artikel ini
Ribuan bibit kopi yang ditangkar di Kabupaten Polewali Mandar untuk mendukung program pengembangan kopi di Kabupaten Mamasa.

POLEWALI MANDAR – Program pengembangan bibit kopi untuk Kabupaten Mamasa menjadi sorotan setelah sebagian proses penangkaran dilakukan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Penangkar mengungkap adanya tantangan perawatan akibat kondisi cuaca yang lebih panas di lokasi tersebut.

Penangkar bibit, Yakub, menjelaskan bahwa lokasi penangkaran di Polman hanya merupakan tambahan untuk mengejar pertumbuhan bibit agar tidak terlambat. Sementara penangkaran utama tetap berada di wilayah Kabupaten Mamasa.

“Kalau saya di sini penangkar induknya di Mamasa. Ini cuma penambahan, karena ada sekitar 230 ribu untuk cadangan. Karena kalau di atas pertumbuhannya agak lambat, makanya saya pindahkan ke sini untuk mengejar pertumbuhan,” kata Yakub.

Menurut Yakub, kondisi suhu di wilayah Polman membuat bibit kopi membutuhkan perhatian lebih. Penyiraman harus dilakukan secara rutin agar bibit tetap terjaga selama proses penangkaran.

“Daerah panas, jadi harus disiram pagi sore. Memang kopi saya lihat kurang cocok di sini, tapi kita mengejar pertumbuhan,” ujarnya saat dikonfirmasi

Ia menyebut bibit tersebut nantinya tetap diperuntukkan bagi penerima bantuan di Kabupaten Mamasa. Program tersebut mencakup calon petani calon lokasi (CPCL) dari kelompok tani dan anggota koperasi dengan luasan lahan yang telah disiapkan.

Yakub juga menyampaikan kebutuhan bibit dalam program tersebut sekitar 1,5 juta batang. Namun jumlah yang disiapkan mencapai sekitar 1,7 juta untuk mengantisipasi adanya bibit yang tidak tumbuh.

“RAB-nya sekitar 1,5 juta, jadi kita siapkan lebih supaya jangan sampai ada yang tidak tumbuh,” jelasnya.

Ia menegaskan dirinya hanya bertugas sebagai penangkar dan bukan pemilik perusahaan penyedia bibit. Proses penangkaran dilakukan untuk memastikan ketersediaan bibit sebelum nantinya disalurkan kepada masyarakat penerima program.

Yakub menyebutkan bahwa perusahaan yang mengelola program pembibitan kopi tersebut merupakan perusahaan milik anggota DPR RI Komisi IV, Ajbar.

“Perusahaannya ini anggota DPR RI Komisi IV Ajbar,” katanya.

Terpisah, anggota DPR RI Komisi IV Ajbar menjelaskan bahwa dirinya hanya membantu memfasilitasi proses pengadaan agar program pembibitan kopi dapat berjalan setelah sebelumnya mengalami kendala dalam proses lelang.

Ajbar menjelaskan bahwa pengadaan bibit kopi dan kakao sempat mengalami kegagalan lelang hingga dua kali. Karena itu, pihak terkait meminta bantuan untuk mencarikan perusahaan yang dapat mengikuti proses pengadaan tersebut.

“Yang benar saya fasilitasi. Dua kali gagal lelang. Akhirnya pihak kementerian bilang, ada nggak perusahaan yang bisa bantu lelang kopi ini karena kakao juga gagal. Saya bilang saya carikan,” ujarnya.

Menurut Ajbar, dirinya kemudian meminta rekannya untuk mencari perusahaan yang memenuhi syarat agar program tersebut tidak kembali gagal dilaksanakan.

“Saya suruh Yakub carikan dulu siapa yang bisa ini supaya jangan gagal lelang. Ketemu lah itu,” katanya.

Terkait jutaan bibit kopi yang disebut akan disalurkan ke Mamasa, Ajbar menduga bibit tersebut kemungkinan merupakan bagian dari kebutuhan cadangan atau replanting program yang sedang berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *