Polisi

Remaja Dua Dusun di Campalagian Bentrok Tengah Malam, Polisi Turun Mediasi

×

Remaja Dua Dusun di Campalagian Bentrok Tengah Malam, Polisi Turun Mediasi

Sebarkan artikel ini
Sumber foto: Humas Polres Polman

Polewali Mandar – Perkelahian antar kelompok remaja terjadi di Dusun Puppole, Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jumat malam (22/5/2026).

Polisi turun tangan melakukan mediasi hingga kedua pihak sepakat berdamai.

Kapolsek Campalagian, Harifuddin, mengatakan perkelahian melibatkan remaja asal Dusun Pajjalungan, Desa Parappe dan remaja Dusun Puppole, Desa Bonde.

“Setelah menerima laporan warga, personel langsung menuju lokasi untuk mengamankan situasi dan meminta keterangan sejumlah remaja yang berada di TKP,” kata Harifuddin, Sabtu (23/5/2026).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.20 Wita. Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah desa untuk menghadirkan para remaja yang terlibat ke Mapolsek Campalagian.

Sekitar pukul 00.30 Wita, kedua kelompok remaja bersama orang tua dan kepala dusun menjalani proses mediasi di kantor polisi. Dari hasil mediasi, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan menandatangani surat pernyataan damai.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, bentrokan dipicu persoalan lama antar remaja kedua dusun. Salah satu remaja dari Dusun Pajjalungan mengaku pernah menjadi korban pemukulan oleh remaja dari Dusun Puppole.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 22.00 Wita saat seorang remaja Dusun Puppole melintas di Dusun Pajjalungan dan mendapat informasi adanya tantangan duel terhadap salah satu remaja setempat.

Sekitar pukul 23.00 Wita, dua remaja dari Dusun Pajjalungan mendatangi lokasi tongkrongan remaja di Dusun Puppole hingga terjadi perkelahian antar kelompok.

Beruntung, warga sekitar segera melerai sehingga situasi tidak semakin meluas dan kedua kelompok akhirnya membubarkan diri.

Harifuddin mengimbau para remaja agar tidak mudah terpancing emosi dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Permasalahan sekecil apa pun sebaiknya diselesaikan secara baik-baik dan melibatkan pihak keluarga maupun pemerintah setempat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *