POLEWALI MANDAR — Aksi unjuk rasa yang digelar massa Semarak Polman di depan Kantor Bupati Polewali Mandar, Selasa (5/5/2026), diwarnai aksi saling dorong antara peserta demonstrasi dan petugas pengamanan.
Ketegangan bermula ketika massa aksi berusaha mendekat ke area pintu masuk Kantor Bupati untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Aparat Satpol PP yang berjaga kemudian membentuk barikade guna menahan massa agar tidak memasuki halaman kantor.
Situasi sempat memanas saat sebagian peserta aksi terus mencoba merangsek ke depan. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan, namun petugas bersama sejumlah koordinator lapangan berupaya meredam ketegangan agar kericuhan tidak meluas.
Dalam demonstrasi tersebut, massa Semarak Polman yang juga diikuti elemen mahasiswa dari kelompok Cipayung menyuarakan sejumlah tuntutan.
Di antaranya persoalan tingginya angka putus sekolah, penanganan serius terhadap kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, penolakan aparatur sipil negara yang rangkap jabatan, serta desakan evaluasi dan audit terhadap sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Polewali Mandar.
Setelah sempat berlangsung tegang beberapa menit, situasi di depan Kantor Bupati berangsur kondusif. Massa kemudian kembali melanjutkan orasi secara bergantian di bawah pengawalan aparat keamanan.
Aksi tersebut akhirnya direspons oleh pemerintah daerah. Massa demonstran ditemui langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Polewali Mandar Nursaid Mustafa, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Husain Ismail.
Dalam pertemuan itu, pihak pemerintah memberikan tanggapan awal atas aspirasi yang disampaikan massa Semarak Polman dan perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung. Meski demikian, massa menegaskan akan terus mengawal tuntutan mereka hingga ada langkah konkret dari pemerintah daerah.














