BeritaDaerah

Jembatan Pussepang di Tapango Ambruk, DPRD Polman dan Dinas PU Turun Langsung ke Lokasi

×

Jembatan Pussepang di Tapango Ambruk, DPRD Polman dan Dinas PU Turun Langsung ke Lokasi

Sebarkan artikel ini
Wakil ketua II DPRD Polman bersama Anggota DPRD Polman Hj. Lisda dan Kepala Dinas PUPR Polman Husain Ismail beserta jajarannya ke lokasi jembatan ambruk di Kecamatan Tapango, Senin (4/5/2026).

POLEWALI MANDAR — Jembatan Pussepang di Dusun III Pussepang, Desa Jambumalea, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, ambruk pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.

Ambruknya jembatan diduga akibat derasnya arus Sungai Mandar setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Tapango sehari sebelumnya.

Peristiwa tersebut langsung memutus akses vital warga yang selama ini menghubungkan Desa Jambumalea dengan sejumlah wilayah di Kecamatan Tapango hingga akses menuju Kecamatan Mapilli.

Akibatnya, aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian, perjalanan pelajar, hingga layanan kesehatan, ikut terganggu.

Merespons kondisi itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Polewali Mandar, H. Amiruddin, bersama Hj. Lisda turun langsung meninjau lokasi jembatan ambruk didampingi jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Polewali Mandar.

Peninjauan itu dilakukan untuk melihat langsung tingkat kerusakan sekaligus mendorong percepatan penanganan infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat pedesaan.

“Ini bukan sekadar jembatan rusak. Ini akses hidup masyarakat. Aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan warga terganggu. Tidak bisa terus dibiarkan seperti ini,” tegas Amiruddin di lokasi.

Menurutnya, usulan perbaikan Jembatan Pussepang sebenarnya telah berulang kali diajukan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD maupun Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tapango dalam tiga tahun terakhir. Namun hingga kini, usulan tersebut belum juga masuk dalam prioritas pembangunan daerah.

“Sudah tiga tahun berturut-turut diusulkan, baik lewat pokir maupun Musrenbang. Tapi tidak pernah menjadi program prioritas. Ini yang harus kita evaluasi bersama,” ujarnya.

Jembatan Pussepang memiliki posisi strategis karena menjadi jalur penghubung utama bagi masyarakat Desa Jambumalea, sejumlah desa di Kecamatan Tapango, hingga akses ke Kecamatan Mapilli.

Karena itu, kehadiran DPRD Polman dan Dinas PU di lokasi diharapkan menjadi langkah awal percepatan perbaikan agar mobilitas warga dapat segera kembali normal.

Warga berharap, pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan tidak semakin meluas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *