BeritaHukum

Dugaan Gratifikasi Penentuan Titik Dapur MBG di Polman Mencuat, Oknum DPRD Dilaporkan ke BK

×

Dugaan Gratifikasi Penentuan Titik Dapur MBG di Polman Mencuat, Oknum DPRD Dilaporkan ke BK

Sebarkan artikel ini
Gambar ilustrasi

POLEWALI MANDAR — Dugaan praktik gratifikasi dan “uang pelicin” dalam proses penentuan titik dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mencuat ke publik dan memantik sorotan luas.

Isu ini menguat setelah beredarnya dokumen yang memuat kronologi dugaan permintaan uang dalam proses verifikasi dapur MBG, termasuk klaim adanya aliran dana hingga Rp50 juta untuk meloloskan pengajuan titik dapur.

Dalam dokumen tersebut, disebutkan adanya komunikasi antara pelapor dengan pihak yang diduga berperan sebagai koordinator wilayah. Bahkan, terdapat dugaan tawaran penggunaan “orang dalam” untuk mempercepat proses administrasi melalui sistem resmi yang dikelola Badan Gizi Nasional.

Puncaknya, pada akhir Mei 2025, muncul klaim adanya permintaan uang sebesar Rp50 juta yang disebut sebagai syarat agar proses verifikasi dapat diloloskan. Dokumen itu juga menyebut adanya bukti transfer dalam dua tahap, masing-masing Rp20 juta dan Rp30 juta, meski keabsahannya hingga kini belum terverifikasi.

Di sisi lain, dugaan praktik “uang pelicin” ini juga menyeret nama seorang oknum anggota DPRD Sulawesi Barat berinisial “R”. Yang bersangkutan dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulbar atas dugaan permintaan dana sebesar Rp50 juta per titik dapur untuk mempermudah operasional MBG.

Namun demikian, seluruh tuduhan tersebut masih dalam tahap laporan dan belum terbukti secara hukum. Badan Kehormatan DPRD Sulbar dikabarkan telah menerima laporan, tetapi prosesnya masih menunggu kelengkapan data serta kejelasan identitas terlapor dari pihak pelapor.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari agenda strategis nasional di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional, sekaligus menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Munculnya dugaan praktik tidak sehat di lapangan dinilai berpotensi mencederai semangat program tersebut. Jika terbukti benar, praktik ini tidak hanya merusak kepercayaan publik, tetapi juga berisiko menghambat tujuan utama program MBG.

Sorotan publik semakin tajam karena oknum yang dilaporkan disebut-sebut terkait dengan Partai Gerindra. Meski begitu, keterkaitan tersebut belum terkonfirmasi secara resmi dan masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.

Sejumlah pihak pun mendesak Badan Kehormatan DPRD Sulbar untuk bertindak cepat dan transparan dalam menangani laporan ini. Penanganan yang tegas dinilai penting guna menghindari kesan pembiaran terhadap dugaan praktik yang merugikan masyarakat.

“Ini bukan sekadar persoalan etik, tapi menyangkut kepercayaan publik terhadap program negara. Jika benar ada praktik seperti ini, harus dibuka terang benderang,” ujar salah satu sumber yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pewarta masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebutkan namun tak ada respon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *