POLEWALI MANDAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hajja Andi Depu Polewali Mandar (Polman) menjalani survei akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) Kementerian Kesehatan RI, Rabu (9/9/2026).
Survei akreditasi yang berlangsung selama dua hari, 9–10 September 2026, tersebut dilakukan untuk menilai pemenuhan standar mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta tata kelola RSUD Hajja Andi Depu.
Tim surveior LAM-KPRS terdiri atas drg. Nurhayati Habib, dr. Ida Ayu Ratih Wulansari Manuaba, dan Ns. Andi Yuliana.
Kedatangan tim surveior disambut langsung Bupati Polman Samsul Mahmud, Sekretaris Daerah Polman Nursaid, Direktur RSUD Hajja Andi Depu dr. Irwandi Muis, serta jajaran manajemen rumah sakit.
Dalam asesmen lapangan, tim surveior dibagi menjadi tiga kelompok untuk meninjau sejumlah ruang perawatan dan fasilitas kesehatan. Pemeriksaan dilakukan secara langsung untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang telah disampaikan rumah sakit dengan kondisi pelayanan di lapangan.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam survei tersebut, mulai dari pelayanan medis, tata kelola manajemen, ketersediaan sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP).
Tim surveior juga memberikan evaluasi dan masukan teknis kepada dokter serta petugas jaga. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kerapian administrasi, khususnya dalam proses penginputan data pasien.
Ketua Tim Akreditasi, dr. dr. Ida Ayu Ratih Wulansari Manuaba, mengatakan survei lapangan dilakukan untuk mencocokkan dokumen yang sebelumnya telah dikirim melalui sistem e-hospital dengan kondisi faktual di RSUD Hajja Andi Depu.
“Penilaian dilakukan berdasarkan elemen instrumen yang ada. Jika pemenuhan standar di atas 80 persen, maka mendapat poin 10. Jika 20–80 persen mendapat poin 5,” jelas Ida Ayu.
Ia meminta seluruh jajaran RSUD Hajja Andi Depu tetap tenang selama proses verifikasi. Menurutnya, ketenangan seluruh petugas diperlukan agar rangkaian survei akreditasi dapat berjalan lancar dan objektif.
Sementara itu, Bupati Polman Samsul Mahmud memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan RSUD Hajja Andi Depu atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Samsul mengatakan tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab besar karena berhadapan langsung dengan masyarakat yang datang dalam kondisi sakit maupun membutuhkan penanganan darurat.
“Masyarakat yang datang ke rumah sakit bukan sekadar membawa penyakit, melainkan membawa harapan besar. Tugas kita adalah menjawab harapan itu dengan pelayanan terbaik,” tegas Samsul.
Samsul menegaskan Pemerintah Kabupaten Polman akan terus mendukung peningkatan kualitas RSUD Hajja Andi Depu, baik melalui penguatan SDM, pemenuhan fasilitas dan sarana prasarana, maupun perbaikan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Ia berharap RSUD Hajja Andi Depu tidak hanya menjadi tempat masyarakat mendapatkan pengobatan, tetapi juga mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan kepada pasien serta keluarga.
Survei akreditasi ini diharapkan menjadi momentum bagi RSUD Hajja Andi Depu untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan memastikan standar keselamatan pasien diterapkan secara konsisten dalam setiap proses pelayanan kesehatan.














