MAMUJU — DPW Partai NasDem Sulawesi Barat (Sulbar) memilih walk out dari rapat koalisi yang membahas mekanisme dan calon Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Jumat (21/8/2026) malam.
Keputusan tersebut diambil setelah sekitar 45 menit rapat berlangsung di Hotel Maleo Mamuju. NasDem menyatakan keberatan karena belum tercapai kesepakatan bersama mengenai mekanisme penentuan calon Wakil Gubernur.
Ketua DPW NasDem Sulbar Dirga Adhi Putra Singkarru bersama Sekretaris DPW NasDem Sulbar Herlin terlihat meninggalkan ruang rapat sekitar pukul 21.00 Wita.
NasDem menilai proses pengambilan keputusan dalam koalisi semestinya dilakukan berdasarkan kesepahaman dan kesepakatan seluruh partai yang tergabung di dalamnya.
“NasDem menghormati proses komunikasi dan pembahasan yang berlangsung. Namun, karena belum adanya kesepakatan terkait mekanisme dan ketentuan dalam proses penentuan calon Wakil Gubernur, kami memilih untuk meninggalkan rapat sebagai bentuk sikap politik dan keberatan terhadap proses pengambilan keputusan yang seharusnya dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama, bukan monopoli semata,” ujar Dirga.
Rapat koalisi tersebut sebelumnya dimulai sekitar pukul 20.00 Wita. Pembahasan difokuskan pada proses dan mekanisme penentuan calon Wakil Gubernur Sulawesi Barat.
Namun, perbedaan pandangan terkait mekanisme pengambilan keputusan membuat NasDem memilih meninggalkan forum sebelum pembahasan mencapai kesepakatan.
Sikap walk out ini menjadi sinyal adanya perbedaan pandangan di internal koalisi terkait proses penentuan pendamping Gubernur Sulawesi Barat.
NasDem menegaskan, keputusan mengenai calon Wakil Gubernur harus dibangun melalui komunikasi dan kesepakatan seluruh partai koalisi, sehingga tidak menimbulkan kesan adanya keputusan sepihak.
Dengan keluarnya NasDem dari rapat tersebut, pembahasan mengenai calon Wakil Gubernur Sulawesi Barat diperkirakan masih akan berlanjut, terutama untuk mencari titik temu terkait mekanisme dan figur yang akan diusulkan.(Rls)














