POLEWALI MANDAR — Wakil Bupati Polewali Mandar menegaskan pentingnya membangun aparatur sipil negara (ASN) yang adaptif, profesional, dan melek teknologi saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XVII, XVIII, dan XIX yang digelar bersama BBPK-APDN IV Makassar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BBPK-APDN IV Makassar Sugiarto, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Kepala BKPSDM Polewali Mandar beserta jajaran, para widyaiswara, panitia penyelenggara, serta seluruh peserta Latsar CPNS Angkatan XVII, XVIII, dan XIX.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa peserta Latsar merupakan generasi baru birokrasi yang diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam sistem pelayanan pemerintahan di Polewali Mandar.
“Saudara adalah generasi baru birokrasi Polewali Mandar. Saudara harus menjadi ASN yang adaptif, profesional, melek teknologi, dan mampu bekerja cepat serta tepat,” tegasnya.
Ia menilai tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik. Karena itu, ASN dituntut tidak hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga mampu berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa ASN saat ini berada dalam sorotan publik. Menurutnya, masyarakat semakin kritis dan media sosial membuat setiap perilaku aparatur negara mudah menjadi perhatian publik.
Ia mencontohkan penggunaan media sosial oleh ASN yang harus memperhatikan etika dan waktu kerja. Meski media sosial dapat menjadi sarana edukasi, komunikasi pemerintah, dan promosi program daerah, penggunaannya tetap harus bijak agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Selain itu, ia menekankan bahwa menjadi ASN bukan sekadar memperoleh pekerjaan, tetapi menerima amanah negara dan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
“Masyarakat melihat ASN digaji dari uang rakyat. Karena itu ASN harus menunjukkan kinerja yang benar-benar memberi manfaat bagi daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya perubahan budaya kerja di lingkungan birokrasi. Ia meminta para CPNS tidak mengikuti pola kerja lama yang dinilai kurang produktif dan menghambat kemajuan organisasi.
“Kalau birokrasi ingin maju, maka ASN mudanya harus berani berubah,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta Latsar mengikuti proses pelatihan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab, serta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan dalam pekerjaan sehari-hari.
Menurutnya, integritas dan kontribusi nyata menjadi hal utama yang akan membuat seorang ASN dihargai oleh masyarakat, bukan semata-mata pangkat ataupun jabatan.
“Bekerjalah bukan sekadar hadir, tetapi hadir untuk memberi manfaat,” tutupnya.















