POLMAN, DELIK SULBAR – Pemerintah Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mulai mendorong penataan kawasan Pantai Sappoang sebagai salah satu potensi destinasi wisata daerah.
Melalui inovasi Gerbang Binuang (Gerakan Bersama Membangun Kecamatan Binuang), Camat Binuang Muhammad Yunus, menggerakkan kolaborasi lintas sektor untuk membenahi kawasan pantai, terutama mengatasi persoalan sampah yang selama ini mengganggu kebersihan lingkungan.
Upaya tersebut kembali dilanjutkan dengan melibatkan pemerintah desa, kelurahan, TNI, Puskesmas Binuang, pengusaha, hingga masyarakat setempat. Kali ini, pembersihan dilakukan menggunakan alat berat setelah sebelumnya dikerjakan secara manual.
Camat Binuang Yunus, mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan tumpukan sampah, tetapi menjadi langkah awal menata kawasan Pantai Sappoang agar lebih bersih, nyaman, dan menarik untuk dikunjungi.
“Ini salah satu program inovasi Gerbang Binuang. Kita ingin kawasan ini bersih dan tertata dengan baik karena memiliki potensi sebagai objek wisata. Bagaimana kita meningkatkan lagi ketertarikan masyarakat untuk datang ke sini,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan alat berat dalam pembersihan kali ini merupakan hasil kolaborasi dengan pihak pengusaha yang bersedia membantu mendatangkan alat untuk mempercepat penanganan sampah.
Kegiatan tersebut juga melibatkan Pemerintah Desa Mirring, Kelurahan Amassangan, Babinsa, Puskesmas Binuang, kepala dusun, serta masyarakat.

Dukungan terhadap gerakan tersebut juga datang dari kalangan organisasi. Yunus, selaku Ketua PMII Makassar, menyatakan kesiapannya menggerakkan jajaran pengurus PMII Makassar untuk terlibat dalam kegiatan bakti sosial (baksos) membersihkan sekaligus menata kawasan Pantai Sappoang.
Keterlibatan PMII Makassar diharapkan semakin memperluas gerakan kolaborasi menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus menunjukkan peran aktif mahasiswa dan organisasi kepemudaan dalam mendukung pengembangan potensi wisata daerah.
Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Camat Binuang menjelaskan, gerakan tersebut merupakan implementasi dua program dalam Gerbang Binuang, yakni Gerbang Peduli dan Gerbang Destinasi.
Gerbang Peduli diwujudkan melalui keterlibatan Puskesmas Binuang yang memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Sementara Gerbang Destinasi diarahkan untuk menjaga dan mengembangkan potensi kawasan Pantai Sappoang sebagai daya tarik wisata.
Terkait rencana pengembangan Pantai Sappoang sebagai destinasi wisata, Camat Binuang menyebut pemerintah akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dan pembahasan bersama pihak-pihak terkait.
Hal tersebut penting karena sebagian kawasan Pantai Sappoang merupakan wilayah mangrove sehingga penataannya harus memperhatikan ketentuan dan aturan yang berlaku.
Termasuk kemungkinan pengembangan fasilitas pendukung seperti area parkir dan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita tidak ingin sembarangan melakukan pembangunan. Karena ini ada kawasan mangrove, tentu harus melihat aturan dan mekanisme yang berlaku. Untuk sekarang, fokus kita menyelesaikan persoalan sampah terlebih dahulu,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Mirring, Muhammad Sapril, menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa yang turun langsung menangani persoalan tumpukan sampah di kawasan Pantai Sappoang.
Menurutnya, gerakan pembersihan yang melibatkan pemerintah kecamatan, Puskesmas Binuang, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat mulai menunjukkan hasil. Volume sampah yang sebelumnya menumpuk kini berangsur berkurang.
“Sebagai masyarakat Desa Mirring, kami sangat antusias melihat pemerintah kecamatan turun langsung menangani sampah yang menumpuk di lingkungan ini. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai berkurang,” ungkap Muhammad Sapril.
Ia menjelaskan, persoalan tumpukan sampah tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun, setelah pemerintah kecamatan mulai melakukan langkah pembersihan, masyarakat juga ikut tergerak untuk membantu.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aksi pembersihan sesaat, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.
“Harapan kami, ke depan kesadaran masyarakat semakin meningkat dan tidak lagi membuang sampah di tempat ini,” harapnya.
Sapril menilai kondisi kawasan Pantai Sappoang saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelum dilakukan pembersihan.
Ia berharap gerakan kolaborasi melalui Gerbang Binuang dapat terus berlanjut sehingga kebersihan kawasan Pantai Sappoang tetap terjaga dan ke depan dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata kebanggaan masyarakat Polewali Mandar.














