POLMAN, DELIK SULBAR – Upaya menjaga kebersihan kawasan Pantai Sappoang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terus berlanjut, Jumat (30/10/2026).
Kali ini, Camat Binuang Muhammad Yunus, menggerakkan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah desa, kelurahan, TNI, PKM Binuang dan Polsek Binuang, pengusaha, dan masyarakat setempat.
Berbeda dari kegiatan sebelumnya yang dilakukan secara manual, pembersihan Pantai Sappoang kali ini menggunakan alat berat untuk mempercepat pengangkutan dan penanganan tumpukan sampah di kawasan tersebut.
Penggunaan alat berat merupakan hasil kolaborasi pemerintah kecamatan dengan pihak pengusaha yang turut berpartisipasi membantu upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Yunus mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari inovasi Gerbang Binuang (Gerakan Bersama Membangun Kecamatan Binuang), yang mengedepankan keterlibatan berbagai pihak dalam membangun wilayah.
“Kami mencoba melibatkan masyarakat agar mereka juga merasakan bagaimana sulitnya membersihkan sampah ketika terus menumpuk. Alhamdulillah, kali ini ada dukungan dari pengusaha yang mendatangkan alat berat sehingga pekerjaan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Kegiatan ini turut melibatkan Pemerintah Desa Miring, Kelurahan Amassangan, Babinsa, Puskesmas Binuang, kepala dusun, serta unsur masyarakat.
Menurutnya, aksi tersebut tidak sekadar membersihkan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi program Gerbang Peduli dan Gerbang Destinasi.
Gerbang Peduli diwujudkan melalui keterlibatan Puskesmas Binuang yang memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Sementara Gerbang Destinasi diarahkan untuk menjaga dan menata potensi Pantai Sappoang sebagai kawasan wisata di Kecamatan Binuang.
Camat Binuang menyebut Pantai Sappoang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu ikon wisata daerah. Namun, penataan kawasan akan terlebih dahulu dibahas bersama pihak terkait dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, mengingat sebagian wilayah tersebut merupakan kawasan mangrove.

“Potensinya sudah ada. Tinggal bagaimana kita menjaga kebersihannya dan meningkatkan daya tarik kawasan ini. Tentu penataannya harus memperhatikan aturan, terutama karena ada kawasan mangrove,” jelasnya.
Untuk mencegah kawasan Pantai Sappoang kembali dipenuhi sampah, pemerintah kecamatan bersama Desa Miring dan Kelurahan Amassangan juga menyiapkan langkah pengawasan.
Salah satu gagasan yang akan diterapkan adalah membentuk tim Operasi Tangkap Tangan (OTT) Sampah. Tim tersebut direncanakan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelurahan, Babinsa, Polsek, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, kepala dusun, dan unsur Puskesmas Binuang.
Selain pengawasan, pemerintah juga akan memasang papan imbauan larangan membuang sampah sembarangan di sekitar kawasan Pantai Sappoang.
Camat Binuang menegaskan, langkah tersebut lebih mengutamakan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat agar memiliki kesadaran menjaga lingkungan.
“Kami ingin memberikan penyadaran kepada masyarakat. Kalau masih ada yang membuang sampah sembarangan, akan dilakukan tindakan pembinaan. Bukan dengan kekerasan, tetapi bagaimana masyarakat tidak mengulangi perbuatannya,” tegas Camat Binuang Muhammad Yunus.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
“Sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama, karena yang menghasilkan sampah juga kita sendiri. Jadi, kesadaran masyarakat sangat penting agar kawasan yang sudah dibersihkan tidak kembali kotor,” ungkapnya.
Melalui gerakan kolaboratif Gerbang Binuang, pemerintah berharap Pantai Sappoang dapat terjaga kebersihannya secara berkelanjutan dan menjadi kawasan yang semakin menarik untuk dikunjungi.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan Kabupaten Polewali Mandar menuju Polman yang lebih baik.














