AdvertorialNasionalismePendidikan

Santri Berpilar Kebangsaan, Bekal Generasi Z Hadapi Tantangan Era Digital

×

Santri Berpilar Kebangsaan, Bekal Generasi Z Hadapi Tantangan Era Digital

Sebarkan artikel ini
Anggota MPR RI dari unsur DPD RI Dapil Sulawesi Barat, Jupri Mahmud, saat menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertema "Santri Berpilar Kebangsaan" di Pondok Modern Al Ikhlas, Lampoko, Polewali Mandar.

POLEWALI MANDAR — Santri perlu memiliki pemahaman kuat tentang nilai kebangsaan untuk menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Pesan itu disampaikan dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas, Lampoko, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Kegiatan bertema “Santri Berpilar Kebangsaan” tersebut diikuti para santri dan menghadirkan Anggota MPR RI dari unsur DPD RI Dapil Sulawesi Barat sebagai pemateri.

Dalam sosialisasi itu, para santri mendapatkan pemahaman mengenai empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Perkembangan internet, media sosial, dan kecerdasan artifisial (AI) membuat Generasi Z semakin dekat dengan teknologi.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak. Santri tidak hanya dituntut mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tetap memiliki karakter dan jati diri kebangsaan.

Nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam aktivitas digital, seperti menghormati orang lain, menjaga etika komunikasi, dan tidak menyebarkan informasi yang dapat merugikan maupun memecah persatuan.

Para santri juga diajak memahami bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di ruang digital harus disertai tanggung jawab. Hal ini sejalan dengan prinsip yang diatur dalam UUD NRI Tahun 1945.

Pemahaman terhadap NKRI juga dinilai penting di tengah derasnya arus informasi.

Santri diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama konten yang dapat menimbulkan konflik dan perpecahan.

Sementara itu, Bhinneka Tunggal Ika menjadi pengingat bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia.

Perbedaan suku, budaya, bahasa, dan pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun persatuan.

Para santri juga didorong memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif, seperti belajar, berkarya, berdakwah, serta menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, nilai kebangsaan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu mengikuti perkembangan era digital tanpa kehilangan jati diri sebagai generasi penerus bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *