POLEWALI MANDAR – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polewali Mandar membantah isu yang menyebut terjadi pembakaran limbah medis di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonomulyo.
Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan material yang terbakar merupakan rumput kering, bukan sampah maupun limbah medis.
Kepastian tersebut disampaikan setelah tim DLHK Polman melakukan pemeriksaan langsung di lokasi kebakaran pada Selasa (7/7/2026).
Tim dipimpin Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Pengendalian Pencemaran (PLP), Rahmatia Ilyas, dan diterima Direktur RSUD Wonomulyo dr. Arfah didampingi Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan, Ali Usman.
Rahmatia mengatakan, kesimpulan tersebut diperoleh setelah tim melakukan pengamatan di lokasi serta meminta keterangan sejumlah pengunjung yang berada di sekitar area saat kejadian.
“Yang terbakar adalah rumput yang mengering karena musim kemarau sehingga mudah tersulut api. Kami juga menanyakan sumber api kepada pengunjung, tetapi tidak ada yang mengetahui. Kemungkinan berasal dari puntung rokok, namun yang pasti ini bukan sesuatu yang disengaja,” ujar Rahmatia.
Menurut dia, hingga kini tidak ditemukan indikasi adanya pembakaran sampah maupun limbah medis di lingkungan RSUD Wonomulyo. DLHK juga memastikan pengelolaan limbah medis di rumah sakit tersebut dilakukan sesuai ketentuan dengan menggandeng pihak ketiga.
“Kami rutin melakukan pemantauan di RSUD Wonomulyo. Khusus pengelolaan limbah medis, rumah sakit bekerja sama dengan pihak ketiga,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Wonomulyo dr. Arfah menegaskan pihaknya tidak pernah melakukan pembakaran sampah secara sengaja di lingkungan rumah sakit. Ia mengaku telah mengingatkan seluruh staf dan petugas kebersihan agar tidak melakukan tindakan tersebut.
“Saya sudah mewanti-wanti seluruh staf dan petugas kebersihan bahwa tidak boleh ada pembakaran sampah di lingkungan rumah sakit. Kami bersyukur tim DLHK datang langsung melakukan pemeriksaan sehingga diketahui bahwa yang terbakar adalah rumput, bukan sampah apalagi limbah medis,” kata dr. Arfah.
Ia menambahkan, manajemen RSUD Wonomulyo masih menunggu hasil dan rekomendasi resmi dari DLHK Polman sebagai tindak lanjut atas insiden tersebut.
“RSUD Wonomulyo masih menunggu kesimpulan resmi dari DLHK. Apa pun rekomendasi yang diberikan akan kami patuhi,” tegasnya.
Sebelumnya, insiden kebakaran di lingkungan RSUD Wonomulyo sempat menjadi sorotan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi Sulawesi Barat. Organisasi tersebut menilai asap yang muncul dari lokasi kebakaran berpotensi mengganggu masyarakat sekitar serta pasien yang sedang menjalani perawatan.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, DLHK Polman menegaskan tidak ditemukan adanya pembakaran sampah maupun limbah medis. Kebakaran diduga terjadi karena rumput kering yang mudah terbakar pada musim kemarau dan tersulut api dari sumber yang belum diketahui.














