AdvertorialKesehatan

Direktur RSUD Hajjah Andi Depu, dr Irwandi Muis Fokus Benahi Antrean Obat dan Penambahan Poli Mata

×

Direktur RSUD Hajjah Andi Depu, dr Irwandi Muis Fokus Benahi Antrean Obat dan Penambahan Poli Mata

Sebarkan artikel ini
dr. Irwandi Muis resmi dilantik sebagai Direktur definitif RSUD Hajja Andi Depu Polewali Mandar oleh Bupati Polewali Mandar

POLEWALI MANDAR – dr. Irwandi Muis resmi dilantik sebagai Direktur definitif RSUD Hajjah Andi Depu Polewali Mandar oleh Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, di Ruang Pola Kantor Bupati, Jumat (3/7/2026).

Usai dilantik, dokter spesialis bedah yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Polewali Mandar itu langsung memprioritaskan pembenahan pelayanan rumah sakit.

Fokus utamanya adalah mengatasi antrean obat di instalasi farmasi yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, sekaligus meningkatkan kapasitas layanan di Poliklinik Mata.

“Insyaallah yang menjadi fokus utama kami dalam waktu dekat adalah memperbaiki layanan obat. Selama ini antreannya memang menjadi keluhan masyarakat karena terlalu lama. Kami akan berupaya menghadirkan solusi agar pelayanan bisa lebih cepat dan lebih baik,” kata dr. Irwandi usai pelantikan.

Sebagai langkah awal, manajemen RSUD Hajjah Andi Depu telah menambah layanan Poliklinik Mata. Sejak 1 Juli 2026, rumah sakit tersebut mengoperasikan dua Poli Mata setelah sebelumnya hanya memiliki satu poli.

Menurut dr. Irwandi, penambahan layanan itu diharapkan mampu mengurangi kepadatan pasien sekaligus mempercepat waktu tunggu pelayanan.

“Sebelumnya hanya ada satu Poli Mata. Sekarang sudah menjadi dua poli sehingga diharapkan antrean pasien bisa lebih cepat terurai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, antrean panjang tidak terjadi setiap hari. Sebagai rumah sakit rujukan utama di Polewali Mandar, RSUD Hajjah Andi Depu menerima pasien dari berbagai daerah sehingga pada waktu-waktu tertentu terjadi lonjakan kunjungan yang menyebabkan waktu tunggu pelayanan lebih lama.

“Sebenarnya antrean panjang tidak terjadi setiap hari. Ada kondisi tertentu ketika pasien membludak sehingga waktu tunggu menjadi lebih lama,” jelasnya.

Meski demikian, dr. Irwandi tidak ingin menjanjikan rumah sakit bebas antrean dalam 100 hari pertama masa kepemimpinannya. Menurutnya, jumlah kunjungan pasien, baik di poliklinik maupun Unit Gawat Darurat (UGD), sangat dinamis dan sulit diprediksi.

“Kami tidak bisa menjamin rumah sakit akan bebas antrean karena jumlah pasien tidak bisa diprediksi. Tetapi yang bisa kami pastikan, seluruh jajaran akan bekerja maksimal agar setiap pasien memperoleh pelayanan yang baik sesuai standar operasional yang berlaku,” tegasnya.

Dengan statusnya sebagai Direktur definitif, dr. Irwandi berharap berbagai pembenahan manajemen dan pelayanan di RSUD Hajjah Andi Depu dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, efektif, dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *