Berita

10 Kali Beruntun, Sapi 1,15 Ton dari Polman Lolos Seleksi Banmas Presiden 2026

×

10 Kali Beruntun, Sapi 1,15 Ton dari Polman Lolos Seleksi Banmas Presiden 2026

Sebarkan artikel ini
Foto Istimewa.

POLEWALI MANDAR, — Kabupaten Polewali Mandar (Polman) kembali mencatat prestasi di sektor peternakan. Untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut, daerah ini berhasil meloloskan sapi kurban Bantuan Masyarakat (Banmas) Presiden dengan bobot terbesar di Provinsi Sulawesi Barat.

Pada seleksi Banmas Presiden 2026, sapi dengan bobot tertinggi berasal dari peternak Muh. Nur asal Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo. Sapi jenis limosin bernama Bagong itu memiliki bobot mencapai 1.150 kilogram atau 1,15 ton.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Polewali Mandar, Mohammad Jumadil, mengatakan pada tahun ini sebanyak empat ekor sapi terbaik lolos seleksi dari total 20 peserta yang berasal dari sejumlah kecamatan.

“Dari empat sapi terpilih, satu ekor dengan bobot tertinggi akan disiapkan untuk kurban tingkat provinsi. Tiga sapi lainnya akan disalurkan ke kabupaten lain yang belum memiliki sapi dengan standar minimal 800 kilogram,” ujar Jumadil, Selasa (5/5/2026).

Selain Bagong, tiga sapi lain yang juga lolos seleksi seluruhnya berasal dari Kecamatan Wonomulyo. Masing-masing sapi milik H. Iskandar Ngani dari Desa Sugihwaras dengan sapi simental bernama Bima berbobot 1.053 kilogram, Muhammad Yusuf dari Desa Bumimulyo dengan sapi brangus bernama Blecki berbobot 1.011 kilogram, serta Andrian Henri Prayoga dari Desa Sugihwaras dengan sapi simental bernama Arjuna berbobot 960,3 kilogram.

Menurut Jumadil, keberhasilan Polewali Mandar mempertahankan capaian ini tidak lepas dari pembinaan peternakan yang berkelanjutan serta peran inseminator di lapangan dalam menghasilkan sapi-sapi unggulan dengan kualitas terbaik.

Dalam waktu dekat, tim dari Kesekretariatan Kepresidenan dijadwalkan melakukan proses penawaran harga secara daring kepada empat peternak terpilih. Selanjutnya, tahapan administrasi akan dilanjutkan di tingkat provinsi hingga penetapan akhir sapi kurban Banmas Presiden 2026.

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan posisi Polewali Mandar sebagai salah satu daerah penghasil sapi kurban unggulan di Sulawesi Barat, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi peternak lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *