DELIKSULBAR.COM, POLMAN — Bupati Polewali Mandar (Polman), Samsul Mahmud, memastikan ketersediaan stok beras di Kabupaten Polewali Mandar dalam kondisi aman di tengah ancaman kemarau berkepanjangan.
Berdasarkan laporan Perum Bulog Cabang Polman, cadangan beras yang tersedia diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.
Kepastian tersebut disampaikan setelah Samsul Mahmud bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Polman meninjau gudang Perum Bulog di Desa Rea, Kecamatan Binuang, Jumat (16/10/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok beras, menjaga ketahanan pangan, serta mengantisipasi potensi dampak kemarau terhadap pasokan dan harga beras di daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Polman didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), para asisten, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Rombongan melihat langsung kondisi cadangan beras dan sistem penyimpanan di gudang Bulog.
Samsul Mahmud mengaku bersyukur atas laporan ketersediaan cadangan beras yang dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Polman dalam beberapa bulan ke depan.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Pak Sekda, para asisten, dan kepala dinas terkait hadir bersama jajaran Bulog Polewali Mandar. Kehadiran kami untuk mengecek langsung kondisi stok beras serta memastikan sistem penyimpanannya berjalan dengan aman,” ujar Samsul Mahmud di lokasi.
Menurutnya, peninjauan gudang Bulog merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, terutama di tengah ancaman kemarau yang masih berlangsung.
“Tadi Kepala Bulog menyampaikan bahwa stok beras kita aman untuk 11 bulan ke depan. Ini bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan beras tetap terjaga, termasuk untuk program bantuan pangan masyarakat. Insya Allah, ketahanan pangan di Kabupaten Polewali Mandar dalam kondisi aman,” katanya.
Ketersediaan stok beras di Bulog menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Polewali Mandar. Pemerintah daerah berharap pasokan yang tersedia dapat mendukung kelancaran distribusi beras kepada masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah.
Meski stok beras dilaporkan aman hingga 11 bulan ke depan, pemantauan secara berkala terhadap persediaan, distribusi, dan perkembangan harga beras tetap diperlukan. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi dampak kemarau berkepanjangan terhadap produksi pertanian serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat Polman tetap terpenuhi.















