DELIKSULBAR.COM, MAMUJU — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Nehru Sagena memaparkan strategi penanganan anak tidak sekolah (ATS) kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Nehru menyampaikan paparan itu saat menerima kunjungan kerja DPRD Polman di ruang pertemuan Dinas Dikbud Sulbar, Kamis (8/10/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memperoleh informasi dan referensi untuk memperkuat kebijakan penanganan ATS di Polman, termasuk dukungan anggaran dalam APBD 2027.
“Tujuannya ingin mendapatkan informasi mendalam mengenai strategi penanganan anak tidak sekolah yang Provinsi Sulawesi Barat kembangkan,” kata Nehru.
Nehru menjelaskan pengalaman Pemprov Sulbar dalam menangani ATS, mulai dari pendataan, penentuan pendekatan, hingga upaya membuka kembali akses pendidikan bagi anak yang tidak bersekolah.
Pertemuan itu juga membahas strategi penanganan ATS yang diterapkan sejumlah daerah lain di Indonesia. Informasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan DPRD Polman dalam merumuskan kebijakan dan menentukan dukungan anggaran.
“Ini menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman. Apa yang sudah kami lakukan di provinsi, termasuk pengalaman di daerah, bisa menjadi bahan bagi DPRD Polman untuk melihat pendekatan yang mungkin diterapkan di kabupaten,” ujarnya.
Nehru menegaskan, penanganan ATS membutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Rombongan DPRD Polman dipimpin Ketua DPRD Fahry Fadly, bersama pimpinan dan anggota Komisi I serta Komisi IV.
Fahry berterima kasih kepada Nehru atas penjelasan dan referensi mengenai penanganan ATS di Sulbar. Ia mengatakan, DPRD Polman akan menggunakan informasi tersebut sebagai bahan penerapan kebijakan di Kabupaten Polewali Mandar.
“Kami berharap kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten tetap kuat agar terus berjalan menyelesaikan persoalan ini. Salah satu kuncinya adalah kolaborasi,” pungkasnya.














