Berita

Muscab Pramuka Polman Diwarnai Aksi Penolakan, Kader Desak Proses Sesuai AD/ART

×

Muscab Pramuka Polman Diwarnai Aksi Penolakan, Kader Desak Proses Sesuai AD/ART

Sebarkan artikel ini
Sejumlah kader yang mengatasnamakan Penyelamat AD dan ART Gerakan Pramuka Kwarcab Polewali Mandar menyampaikan penolakan terhadap pelaksanaan Muscab dan pencalonan Nursaid sebagai Ketua Kwarcab.

Polewali Mandar – Sejumlah kader yang mengatasnamakan Penyelamat AD dan ART Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Polewali Mandar menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Polewali Mandar, Kamis (9/7/2026).

Penolakan tersebut dituangkan dalam aksi unjuk rasa didepan gedung Pramuka Masdar dengan melayangkan enam poin keberatan terhadap proses pelaksanaan Muscab dan pencalonan Sekretaris Daerah (Sekda) Polewali Mandar, Nursaid, sebagai calon Ketua Kwarcab.

Secara bergantian, para orator menyampaikan aspirasi mereka. Mereka menilai pelaksanaan Muscab tidak berjalan sesuai ketentuan organisasi dan meminta seluruh tahapan pemilihan Ketua Kwarcab mengacu pada AD/ART Gerakan Pramuka.

Mereka juga menuding karateker bersama sejumlah Ketua Kwartir Ranting melakukan pelanggaran secara sistematis dengan tujuan meloloskan salah satu calon Ketua Kwarcab, yakni Nursaid. Menurut mereka, proses tersebut mengabaikan ketentuan Pasal 90 Ayat (9) ART Gerakan Pramuka.

Mengutip Pasal 90 Ayat (9) ART yang menyebutkan bahwa calon Ketua Kwartir Cabang harus aktif dalam Gerakan Pramuka selama lima tahun terakhir. Mereka mengklaim tidak terdapat riwayat yang membuktikan Nursaid aktif dalam kegiatan kepramukaan selama kurun waktu tersebut.

Selain itu, mereka menilai adanya penafsiran yang keliru terhadap ketentuan tersebut dengan alasan Nursaid telah menjabat sebagai karateker selama tiga bulan sehingga dianggap memenuhi syarat pencalonan.

Dalam poin lainnya, mereka mempersoalkan posisi Nursaid yang masuk dalam komposisi karateker sekaligus menjadi calon Ketua Kwarcab. Menurut mereka, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan karena penyelenggara Muscab seharusnya bersikap netral dan independen.

“Kalau diibaratkan dalam pemilihan, bagaimana mungkin panitia juga menjadi calon,” Terangnya

Pada poin terakhir, Massa Aksi meminta Nursaid untuk mengundurkan diri dari pencalonan Ketua Kwarcab Polewali Mandar.

Aksi berlangsung di depan lokasi pelaksanaan Muscab dengan pengawalan aparat kepolisian. Sejumlah personel tampak berjaga untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman dan kondusif.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak panitia Muscab maupun Nursaid, terkait tuntutan yang disampaikan massa. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi sebagai bentuk keberimbangan pemberitaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *