POLEWALI MANDAR — Dugaan tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi di Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 01.00 WITA.
Seorang pemuda berinisial Topan (19), warga Desa Mapilli, menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Ia mengalami luka pada bagian bahu kanan setelah terkena sabetan senjata tajam jenis parang.
Mendapat informasi dari masyarakat, personel piket Polsek Urban Wonomulyo yang dipimpin Pamapta II Aiptu Nuralim bersama personel Polres Polman langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Kedatangan polisi dilakukan untuk mengecek lokasi kejadian sekaligus mengumpulkan bahan keterangan dari saksi-saksi guna mengungkap peristiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi, saat kejadian korban bersama rekannya, F (16), sedang dalam perjalanan menuju Desa Rumpa menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX.
Dalam perjalanan, korban mengaku mendengar seseorang memanggil namanya, “Topan”. Tidak lama kemudian, korban menyadari bahu kanannya terkena sabetan senjata tajam.
Setelah kejadian, F membawa korban ke Puskesmas Mapilli untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban dilaporkan dalam kondisi sadar dan baik.
Saat melakukan penanganan di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Barang yang ditemukan antara lain satu unit sepeda motor Scoopy warna merah, sebuah telepon genggam yang diduga milik terduga pelaku, serta satu buah parang panjang.
Hingga kini, identitas terduga pelaku masih dalam penyelidikan kepolisian. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian tersebut.
Kapolsek Urban Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap kasus tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan mendalami keterangan para saksi serta barang bukti yang ditemukan di lokasi untuk mengungkap identitas dan keberadaan terduga pelaku,” ujar Sandy.
Polisi juga mengarahkan keluarga korban untuk membuat laporan resmi di Polres Polewali Mandar agar perkara tersebut dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga Senin malam, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi secara lengkap, termasuk identitas dan keberadaan terduga pelaku.














