POLRES POLMAN – Personel Polsek Campalagian bergerak cepat menangani kebakaran lahan kebun di Dusun Baro-Baro, Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Minggu (6/9/2026).
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan perkebunan milik Rabiah Hasan Niun. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 15 meter persegi, dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp1 juta.
Informasi kebakaran diterima pihak kepolisian setelah adanya laporan dari warga yang melihat kobaran api di sekitar area perkebunan. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel piket Polsek Campalagian langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.
Sekitar pukul 17.25 WITA, personel yang dipimpin Ka Jaga Mako Polsek Campalagian, Yusriadi Jenne, bersama anggota piket tiba di lokasi kebakaran.
Berdasarkan keterangan awal, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga berinisial T (16). Saat melintas di sekitar jalan poros Kampung Pitu, Dusun Baro-Baro, saksi melihat kobaran api yang membakar area lahan kebun.
Setibanya di lokasi, personel kepolisian bersama Babinsa dan warga langsung melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.40 WITA.
Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara atau titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Seluruh proses penanganan kebakaran selesai sekitar pukul 18.30 WITA dalam kondisi aman dan terkendali.
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
Kapolsek Campalagian Harifuddin, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama selama musim kemarau.
Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik sampah maupun material lainnya, khususnya di sekitar perkebunan dan lahan yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, baik sampah maupun material lainnya, khususnya di area perkebunan dan lahan yang mudah terbakar. Apabila menemukan titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat segera dilakukan penanganan,” ujar Harifuddin.
Menurutnya, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran lahan tersebut.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun kesengajaan,” tegasnya.
Kapolsek juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Kewaspadaan terhadap kebakaran lahan menjadi penting, khususnya saat kondisi kemarau yang dapat membuat vegetasi dan material di area perkebunan lebih mudah terbakar.














