Polisi

Cegah Stunting Sejak Dini, Bhabinkamtibmas Polewali Ajak Warga Aktif ke Posyandu

×

Cegah Stunting Sejak Dini, Bhabinkamtibmas Polewali Ajak Warga Aktif ke Posyandu

Sebarkan artikel ini
Sumber foto: Humas Polres Polman

POLEWALI MANDAR — Upaya pencegahan stunting sejak dini terus diperkuat di Kabupaten Polewali Mandar. Bhabinkamtibmas Kelurahan Polewali, Bripka Hasrat M, turun langsung memantau kegiatan Posyandu di Lingkungan Baru, Kelurahan Polewali, Kecamatan Polewali, Senin (4/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas Posyandu melaksanakan pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan, pemberian imunisasi bagi bayi dan balita, serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita.

Bripka Hasrat mengajak para orang tua untuk rutin membawa anak ke Posyandu agar tumbuh kembang balita dapat dipantau sejak dini.

Menurutnya, pemeriksaan berkala menjadi langkah penting untuk mencegah risiko gizi buruk, stunting, maupun gangguan kesehatan lainnya pada anak.

“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar rutin membawa anaknya ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembangnya. Dengan pemeriksaan secara berkala, kita dapat mencegah sejak dini masalah kesehatan seperti gizi buruk, stunting, maupun penyakit lainnya pada anak,” ujarnya.

Kapolsek Polewali IPTU Samsul Bahri Subu menegaskan, pihaknya mendukung penuh kegiatan Posyandu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita.

Menurutnya, keterlibatan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga untuk memanfaatkan layanan kesehatan dasar secara rutin.

“Kami sangat mendukung kegiatan Posyandu sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, diharapkan kesadaran warga semakin meningkat untuk memanfaatkan layanan kesehatan guna mencegah stunting dan penyakit lainnya sejak dini,” ungkapnya.

Kegiatan Posyandu ini menjadi langkah penting dalam memantau pertumbuhan anak sekaligus menekan risiko stunting, gizi buruk, polio, cacar, dan berbagai masalah kesehatan lain pada anak usia 0 hingga 5 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *