POLMAN — Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar mulai menempuh langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan air di sektor pertanian, khususnya di Kecamatan Balanipa.
Upaya ini dilakukan melalui survei geolistrik guna mengidentifikasi potensi sumber air tanah bagi petani bawang merah.
Inisiatif tersebut didorong langsung oleh Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, sebagai bentuk respons atas kondisi keterbatasan air yang dihadapi petani di wilayah tersebut.
Pelaksanaan survei melibatkan Balai Wilayah Sungai Sulawesi V Mamuju dengan menurunkan tim teknis ke area pertanian.
Melalui metode geolistrik, dilakukan pemetaan kondisi bawah permukaan tanah untuk mendeteksi lapisan yang berpotensi menyimpan air, termasuk memperkirakan kedalamannya.
Hasil pengukuran tersebut selanjutnya akan dijadikan dasar dalam menentukan titik pengeboran air tanah yang dinilai paling efektif.
Pemerintah daerah memandang langkah ini penting agar penyediaan sumber air dapat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan petani di lapangan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Muhammad Yunus, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut cepat dari arahan bupati setelah melakukan peninjauan langsung.
Ia berharap ketersediaan sumber air yang memadai dapat mendukung aktivitas pertanian secara lebih optimal, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi bawang merah di Kabupaten Polewali Mandar.














