Polewali Mandar – Hasil uji laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi belasan siswa SDN 010 Paku yang dikelola Dapur MBG di wilayah Paku dinyatakan negatif.
Meski demikian, dapur tersebut belum dapat langsung beroperasi dan masih menunggu kelengkapan dokumen administrasi sesuai prosedur yang berlaku.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Polewali Mandar (Polman), Firman Jaelani, membenarkan bahwa hasil laboratorium dari BPOM Mamuju hasilnya negatif namun tidak serta merta membuat dapur langsung beroperasi.
Firman menjelaskan, penutupan yang dilakukan bersifat sementara hingga seluruh sertifikat dan dokumen pendukung operasional dinyatakan lengkap. Setelah berkas dipenuhi, akan dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan dapur benar-benar layak beroperasi.
“Nanti dilengkapi dulu sertifikat-sertifikatnya. Setelah itu dites kembali apakah memang sudah layak atau tidak,” jelasnya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (2/3/2026).
Berkaca dari kasus serupa yang pernah terjadi pada beberapa dapur lainnya, proses pemenuhan administrasi biasanya memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan, namun tergantung kecepatan pengurusan dari pengelola.
“Kalau cepat pengurusannya, tentu semakin cepat juga bisa beroperasi kembali. Kami juga akan menuntun prosesnya agar sesuai prosedur,” tambahnya.
Pihak SPPG Polman memastikan seluruh tahapan dilakukan demi menjaga standar keamanan dan kelayakan operasional sebelum dapur kembali melayani.
Terpisah, asisten lapangan (Aslap) Dapur MBG Paku Herman menceritakan bahwa makanan yang disajikan waktu itu sempat dicicipi untuk memastikan keadaan makanan.
“Pada waktu itu, Saya jam dua dini hari ke dapur memeriksa keadaan dapur dan sempat mencicipi sampel makanan sebelum diturun kan ke ompreng dan semuanya dalam keadaan baik,” Ujar Herman
Sehingga ia heran dari ribuan yang disalurkan ke sekolah kenapa hanya sekolah tersebut yang mengalami gejala dan cuma kelas tertinggi.







