UPTD BBIAP Bulubawang Buka Suara soal PAD Tambak yang Disorot DPRD Polman

POLEWALI MANDAR – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Benih Ikan Air Payau (BBIAP) Bulubawang, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Polewali Mandar, akhirnya angkat bicara terkait sorotan DPRD Polewali Mandar mengenai realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tambak yang dinilai belum mencapai target.

Kepala UPTD BBIAP Bulubawang, Nurlailah, menjelaskan bahwa rendahnya capaian PAD dipengaruhi oleh kondisi fisik tambak yang sudah dangkal serta keterbatasan biaya operasional.

“Tambak kami sudah dangkal, sehingga jumlah bibit ikan yang bisa ditebar sangat terbatas. Selain itu, biaya operasional setahun hanya Rp10 juta dan itu sudah mencakup pupuk, pakan, serta benih ikan untuk tambak seluas tiga hektare,” kata Nurlailah kepada awak media, Rabu (7/1/2026).

Ia mengungkapkan, dengan kondisi tersebut, jumlah bibit ikan yang dapat ditebar hanya berkisar 2.500 hingga 3.000 ekor. Padahal, dengan luas tambak yang sama, idealnya penebaran benih bisa mencapai hingga 10.000 ekor agar hasil panen optimal.

Nurlailah menambahkan, pengerukan terakhir tambak BBIAP Bulubawang dilakukan pada 2013 dan belum pernah lagi dilakukan hingga saat ini. Menurutnya, peningkatan PAD memungkinkan dilakukan apabila pembenahan dilakukan secara menyeluruh.

“Kalau mau PAD digenjot, tentu harus dibenahi dari awal. Bukan hanya tambak ini yang dangkal, tapi juga beberapa petak lain. Perbaikan pematang memang sudah dilakukan sebagian, namun belum seluruhnya,” ujarnya.

Selain pengerukan, ia juga menilai penambahan biaya operasional menjadi kebutuhan mendesak agar produktivitas tambak dapat ditingkatkan.

Sementara itu, pengelola tambak UPTD BBIAP Bulubawang, Ambo, mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 26 ribu bibit ikan bandeng tengah dipersiapkan di kolam pembibitan.

“Bibit dimasukkan ke kolam pada 18 Desember lalu. Jenisnya Benur Kita yang dibeli dari Barru dengan harga Rp60 per ekor,” jelas Ambo.

Ia menyebutkan, bibit tersebut akan dipindahkan ke tambak pembesaran setelah berumur sekitar satu hingga dua bulan.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Polewali Mandar, Amiruddin, mempertanyakan kinerja UPTD BBIAP Bulubawang yang dinilai tidak mampu mencapai target PAD meski telah didukung anggaran operasional.

“Didukung Rp10 juta, ada operasionalnya, masa rugi terus. Ini tidak masuk akal,” ujar Amiruddin saat ditemui di Kantor DPRD Polewali Mandar, Selasa (6/1/2026).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *