Polewali Mandar — Bupati Polewali Mandar (Polman) Samsul Mahmud meresmikan ruang operasi dan layanan cuci darah (dialisis) di RSUD Hajja Andi Depu, Senin (29/12/2025).
Penambahan fasilitas ini diharapkan mempermudah masyarakat Polman mendapatkan layanan kesehatan spesialis tanpa harus berobat ke luar daerah.
Dengan diresmikannya fasilitas tersebut, RSUD Hajja Andi Depu kini memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Sulawesi Barat, khususnya dalam penanganan pasien gagal ginjal dan layanan bedah.
Direktur RSUD Hajja Andi Depu, dr Anita, mengatakan peningkatan fasilitas dilakukan seiring bertambahnya jumlah tenaga medis spesialis serta meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
“Layanan cuci darah kini memiliki kapasitas lebih besar untuk pasien gagal ginjal. Sementara ruang operasi ditambah dan dilengkapi fasilitas yang disesuaikan dengan peningkatan jumlah dokter spesialis operator,” kata dr Anita.
Selain peningkatan layanan medis, pihak rumah sakit juga menghadirkan inovasi nonmedis untuk meningkatkan kenyamanan pasien dan keluarga. Salah satunya melalui kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dengan menghadirkan Pojok Baca di area rumah sakit.
“Pojok Baca ini diharapkan bisa mengurangi kejenuhan pasien maupun keluarga saat menunggu atau mendampingi pasien,” ujarnya.
Peresmian fasilitas tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kursi roda melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari mitra terkait sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan publik di Kabupaten Polewali Mandar.
Sementara itu, Bupati Polman Samsul Mahmud menilai kehadiran ruang operasi dan layanan cuci darah di RSUD Hajja Andi Depu memberikan dampak besar bagi masyarakat, terutama dari sisi sosial dan ekonomi.
Menurutnya, meskipun layanan kesehatan masyarakat telah dijamin melalui program Universal Health Coverage (UHC), biaya pendampingan pasien selama berobat ke luar daerah kerap menjadi beban berat bagi keluarga.
“Selama ini masyarakat harus ke Makassar dengan biaya yang tidak sedikit. Walaupun biaya pengobatan dijamin UHC, biaya hidup keluarga yang mendampingi pasien cukup memberatkan,” ujarnya.
Dengan beroperasinya fasilitas baru ini, Samsul berharap masyarakat Polman, khususnya yang berada di wilayah pedesaan, dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan terjangkau.
“Alhamdulillah, dengan fasilitas ini masyarakat kita sangat terbantu,” tutupnya.






