Skema Distribusi MBG di Patampanua Matakali Tuai Kritik, Kecukupan Porsi dan Gizi Dipertanyakan

POLEWALI MANDAR — Skema distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), menuai kritik dari masyarakat.

Hal ini menyusul laporan pembagian porsi makanan siswa yang dirapel untuk beberapa hari sekaligus dalam satu kali penyaluran.

Informasi yang dihimpun Tribun menyebutkan, pada Kamis, 18 Desember 2025, siswa di sejumlah sekolah di Kecamatan Matakali menerima jatah MBG untuk tiga hari sekaligus.

Padahal, skema distribusi MBG umumnya dilakukan setiap hari agar kebutuhan asupan gizi siswa tetap terpenuhi secara optimal.

Menu MBG yang dibagikan untuk tiga porsi tersebut antara lain satu buah naga, dua butir telur rebus, dua bungkus biskuit, satu bungkus roti, serta satu susu cokelat kemasan. Jika merujuk pada harga eceran di pasaran, nilai menu tersebut dinilai belum mencerminkan akumulasi anggaran MBG selama tiga hari.

Sebagaimana diketahui, program Makan Bergizi Gratis memiliki alokasi anggaran sebesar Rp 10.000 per porsi per anak per hari. Anggaran ini bersifat fleksibel dan menyesuaikan harga bahan pangan lokal di masing-masing daerah.

Keluhan serupa juga datang dari orang tua siswa di Kecamatan Polewali. Seorang ibu mengaku anaknya menerima MBG sebanyak empat porsi sekaligus dalam satu kemasan pada Senin, 22 Desember 2025.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dapur MBG SPPG di Desa Patampanua belum memberikan tanggapan meski telah diupayakan konfirmasi terkait mekanisme distribusi MBG yang dirapel tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *