Jelang Nataru, Stok Solar di Beberapa SPBU di Polman Kosong

Foto mobil truk antri di SPBU Polewali jalan poros Hj. Andi Depu.

POLMAN — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, dilaporkan kosong.

Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan truk dan berpotensi mengganggu aktivitas distribusi logistik.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah SPBU yang kehabisan solar antara lain SPBU Wonomulyo, dan SPBU Sarampu. Sementara itu, SPBU Polewali, Campalagian dan Tinambung dilaporkan hanya memiliki sisa stok menipis.

Kelangkaan solar juga terjadi di Kabupaten Mamasa sejak beberapa hari terakhir. Dampaknya, SPBU Polewali wilayah Takatidung menjadi salah satu lokasi tujuan utama pengisian solar, sehingga antrean truk mengular hingga beberapa kilometer.

Pengawas SPBU Polewali, Erwin, mengatakan antrean kendaraan sudah terjadi sejak sekitar sepekan terakhir.

“Antrean truk sudah terjadi hampir sepekan. Panjangnya bisa mencapai dua kilometer karena stok solar di beberapa SPBU memang sudah habis,” kata Erwin saat dikonfirmasi, Sabtu (20/12/2025).

Ia menjelaskan, kuota solar yang diterima SPBU Polewali hanya sekitar 8 kiloliter per hari. Jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan kendaraan angkutan yang terus mengantre setiap harinya.

“Kalau tidak ada tambahan pasokan, stok solar untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru diperkirakan tidak akan mencukupi,” ujarnya.

Salah seorang sopir truk, Syamsul, mengaku harus mengantre sejak pagi hari. Namun hingga siang, ia belum juga mendapatkan solar.

“Saya antre dari jam enam pagi sampai jam satu siang belum dapat. Kalau solar habis, kami tidak bisa bekerja,” ungkapnya.

Para sopir berharap pemerintah dan pihak terkait segera menambah pasokan solar agar aktivitas angkutan barang dan distribusi kebutuhan masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Sementara itu, pihak SPBU lain yang dikonfirmasi mengaku telah berupaya mengajukan permintaan tambahan pasokan. Namun hingga kini, proses pemesanan solar belum dapat dilakukan akibat keterbatasan distribusi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *