BeritaKesehatan

IAD Kejari Polman Gencar Penuhi Gizi dan Cek Kesehatan Anak Lewat Posyandu Mandiri

×

IAD Kejari Polman Gencar Penuhi Gizi dan Cek Kesehatan Anak Lewat Posyandu Mandiri

Sebarkan artikel ini
Foto ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejaksaan Negeri Polewali Mandar saat membantu salah satu orangtua balita di Posyandu Mandiri.

POLEWALI MANDAR — Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejaksaan Negeri Polewali Mandar terus memperkuat perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui Posyandu Mandiri yang berada di lingkungan Kejaksaan Negeri Polewali Mandar.

Ketua IAD Kejari Polman, Lisa Nurcholis, mengatakan Posyandu Mandiri rutin melaksanakan kegiatan setiap tanggal 4 setiap bulannya. Berbagai pelayanan kesehatan diberikan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, imunisasi, pemberian vitamin A, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga sosialisasi kesehatan.

“Seperti posyandu lainnya, kami melaksanakan kegiatan rutin setiap bulan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemberian vitamin A, imunisasi, makanan tambahan, sampai sosialisasi kesehatan,” kata Lisa Nurcholis ke awak media, Selasa (4/8/2026).

Posyandu Mandiri tidak hanya menyasar balita, tetapi juga melayani ibu hamil dan kelompok lanjut usia (lansia). Dalam pelaksanaannya, IAD Kejari Polman bekerja sama dengan Puskesmas Pekkabata untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di lingkungan sekitar Kejaksaan.

Lisa menyebutkan, terdapat sekitar 100 balita yang terdata dalam cakupan Posyandu Mandiri. Dan mereka sangat antusias hadir.

“Yang terdaftar sekitar seratus balita, tetapi yang datang aktif sekitar lima puluh sampai enam puluh,” ujarnya.

Menurut Lisa, tidak seluruh balita dapat hadir setiap bulan karena sejumlah kendala, seperti orang tua yang bekerja atau tidak memiliki pendamping untuk mengantar anak ke posyandu.

Tak hanya memberikan pelayanan kesehatan, IAD Kejari Polman juga menyiapkan fasilitas bermain bagi anak-anak balita yang datang ke Posyandu Mandiri.

Foto fasilitas bermain

Fasilitas tersebut disediakan agar anak-anak merasa nyaman dan tidak mudah bosan selama mengikuti rangkaian kegiatan posyandu. Kehadiran fasilitas bermain sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana posyandu yang ramah dan menyenangkan bagi anak.

“Selain pelayanan kesehatan, kami juga menyiapkan fasilitas bermain untuk anak-anak balita. Jadi mereka bisa merasa nyaman saat datang ke posyandu,” jelas Lisa.

Perhatian IAD Kejari Polman juga diarahkan pada upaya pencegahan dan penanganan stunting. Dari pendataan di lingkungan sekitar Kejaksaan Negeri Polewali Mandar, terdapat sembilan anak yang masuk dalam pemantauan stunting.

Lisa mengatakan, IAD bersama kader posyandu terus memantau perkembangan anak-anak tersebut, termasuk melihat perubahan berat badan dan kondisi pertumbuhan setelah mendapatkan intervensi.

Intervensi yang diberikan antara lain berupa susu dan pemberian makanan tambahan sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Yang terdata kemarin ada sembilan anak. Kami tetap pantau perkembangannya, termasuk setelah diberikan susu dan PMT,” kata Lisa.

Menurutnya, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan intervensi yang diberikan memberikan dampak terhadap tumbuh kembang anak.

Lisa berharap seluruh anak yang menjadi sasaran intervensi dapat tumbuh sehat dan berkembang secara normal. Ia bahkan menargetkan angka stunting di wilayah sekitar Kejaksaan dapat ditekan hingga mencapai nol.

“Harapan kami jelas ingin zero stunting,” tegasnya.

Lisa menambahkan, intervensi saat ini masih difokuskan di lingkungan sekitar Kejaksaan sebagai tahap awal. Jika kondisi anak-anak yang menjadi sasaran telah membaik, IAD Kejari Polman berencana memperluas perhatian ke wilayah lain yang membutuhkan.

“Kalau anak-anak di sekitar sini sudah tumbuh normal dan sehat, kami akan mencoba menyasar daerah lain yang membutuhkan intervensi, terutama wilayah yang angka stuntingnya masih tinggi,” pungkasnya.

Lebih jauh, Lisa berharap Posyandu Mandiri yang dijalankan IAD Kejari Polman dapat berkembang menjadi posyandu percontohan, khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan sekaligus menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak.

Menurutnya, keberadaan Posyandu Mandiri bukan hanya tentang kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan setiap bulan, tetapi juga bagaimana membangun kepedulian bersama terhadap kesehatan ibu, anak, lansia, serta pencegahan stunting.

“Kami berharap Posyandu Mandiri ini bisa menjadi posyandu percontohan. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan di sini bisa memberikan manfaat dan nantinya dapat diterapkan juga di tempat lain,” ujar Lisa.

Posyandu Mandiri saat ini didukung lima kader yang aktif membantu pelaksanaan kegiatan setiap bulan. Dengan dukungan IAD, tenaga kesehatan dan kader, Posyandu Mandiri diharapkan terus berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang aktif, nyaman, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Polewali Mandar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *