Polewali Mandar — Anggota DPRD Sulawesi Barat, Irfan Pahri Putra, meminta aparat penegak hukum memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Polewali Mandar.
Irfan Pahri mendorong agar seluruh SPBU dijaga selama 24 jam guna mengantisipasi praktik penimbunan di tengah isu kelangkaan.
Menurutnya, situasi yang berkembang saat ini berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi dengan cara menimbun BBM. Karena itu, ia mengingatkan agar praktik tersebut segera dihentikan.
“Kami minta kepada para oknum yang mencoba menimbun BBM agar segera bertobat dan tidak memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan pribadi,” tegas Irfan.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik atau melakukan panic buying, sebab pemerintah pusat telah memastikan harga BBM tetap stabil dan stok secara nasional masih dalam kondisi aman.
Lebih lanjut, Irfan mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama Satuan Polisi Pamong Praja untuk turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan intensif, khususnya di SPBU yang menjadi titik distribusi utama BBM.
“Kami meminta Polri dan Satpol PP untuk melakukan penjagaan di SPBU selama 1×24 jam dalam beberapa hari ke depan, guna memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM di Polewali Mandar,” ujarnya.
Ia berharap langkah pengawasan ini dapat memberikan rasa aman dan tenang kepada masyarakat, sekaligus memastikan distribusi BBM berjalan lancar tanpa gangguan.
Selain itu, peningkatan pengawasan diharapkan mampu mencegah munculnya antrean panjang akibat kepanikan warga, serta menutup celah bagi oknum yang mencoba mengambil keuntungan di tengah situasi yang berkembang.
















