Kebersamaan TNI dan Warga Menguat di Lokasi TMMD Jelang Bulan Suci Ramadhan

Polewali Mandar – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1402/Polman menggelar tasyakuran dan doa bersama di lokasi TMMD Desa Bulo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama agar pelaksanaan program TMMD berjalan lancar dan seluruh personel maupun masyarakat diberikan keselamatan, terlebih menjelang bulan puasa.

Komandan Satgas TMMD ke-127 Ikhwan Arifin mengatakan, kegiatan tasyakuran ini sengaja dilaksanakan untuk memohon kekuatan bagi seluruh personel satgas dan warga agar tetap semangat melanjutkan pekerjaan selama Ramadhan.

“Hari ini sengaja kita laksanakan tasyakuran dan doa bersama menyambut bulan suci Ramadhan. Kita berharap seluruh kegiatan TMMD diberikan kelancaran dan seluruh personel serta masyarakat diberi kekuatan dalam melanjutkan pekerjaan,” ujarnya.

Menurutnya, kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD di wilayah tersebut. Dalam kegiatan itu, personel satgas dan warga duduk bersama tanpa sekat sambil menikmati hidangan sederhana sebagai simbol kemanunggalan.

“Kita duduk bersama antara masyarakat dan personel satgas TMMD. Inilah makna kemanunggalan TNI dan rakyat,” katanya.

Sementara itu, Mahmud, salah seorang warga Desa Lenggo, mengaku terharu dengan kepedulian yang ditunjukkan personel TNI selama pelaksanaan program pembangunan desa tersebut.

“Kami merasa seperti tidak ada sekat. Mereka datang dari berbagai daerah ke hutan ini untuk membantu membuka akses masyarakat Lenggo. Itu membuat kami sangat terharu,” ujarnya.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus terjaga hingga seluruh sasaran TMMD selesai dikerjakan.

Program TMMD ke-127 di Desa Bulo tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur seperti rabat beton dan talud, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan serta gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *