Polewali Mandar,– Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dikalangan Pengecer Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mulai berdampak langsung pada sektor pertanian.
Para tukang ojek gabah kesulitan memperoleh BBM, sehingga aktivitas pengangkutan hasil panen petani terhenti dan menyebabkan gabah menumpuk di area persawahan.
Di Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, kondisi ini semakin dirasakan petani. Gabah yang telah dipanen dan dikemas dalam karung tidak bisa segera diangkut ke gudang karena ojek motor yang biasa digunakan untuk distribusi tidak beroperasi akibat keterbatasan bahan bakar.
Akibatnya, petani terancam mengalami kerugian. Gabah yang terlalu lama berada di sawah berisiko mengalami penurunan kualitas yang berdampak pada harga jual. Bahkan, dalam waktu singkat, harga gabah bisa turun jika tidak segera dipindahkan ke tempat penyimpanan.
Situasi ini memaksa petani untuk menunda panen atau menyesuaikan jadwal panen dengan ketersediaan BBM. Mereka harus memastikan terlebih dahulu tukang ojek memiliki bahan bakar sebelum memulai panen, agar hasil pertanian tidak tertinggal di sawah.
MPetani berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan BBM tetap stabil, sehingga aktivitas panen dan distribusi gabah dapat kembali normal.














