POLEWALI MANDAR – Komitmen memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Polewali Mandar kembali ditegaskan jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Polewali Mandar.
Kepala Satresnarkoba, AKP Irman Setiawan, bahkan mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan adanya oknum anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba.
Ajakan tersebut disampaikan melalui media serta selebaran digital atau e-flyer yang disebarkan kepada masyarakat. Dalam selebaran tersebut, Irman juga mencantumkan nomor pengaduan WhatsApp agar masyarakat dapat menyampaikan laporan secara langsung.
“Melalui penyampaian di media dan e-flyer yang beredar, saya mengajak masyarakat untuk melapor jika ada oknum anggota yang terlibat peredaran narkoba atau bahkan menjadi bagian dari bandar. Jika benar terbukti, kami akan tindak tegas dan tangkap,” tegas Irman, Kamis Malam (12/3/2026).
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk keterbukaan sekaligus upaya melibatkan masyarakat dalam memerangi peredaran narkotika di wilayah Polewali Mandar.
Namun sebelum mengajak masyarakat untuk melapor, Irman mengaku terlebih dahulu melakukan pembenahan di internal Satuan Reserse Narkoba Polres Polman. Seluruh anggota di bawah kepemimpinannya telah menjalani pemeriksaan, termasuk tes urine.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada personel yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
“Saya tidak ingin mengambil langkah menindak di lapangan, tetapi ternyata ada anggota saya sendiri yang terlibat. Karena itu sejak awal penugasan sebagai Kasat Narkoba, yang pertama saya lakukan adalah membenahi internal,” jelasnya.
Setelah memastikan kondisi internal, pihaknya kemudian menyebarkan e-flyer yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk ikut mengawasi serta melaporkan jika menemukan adanya keterlibatan oknum aparat dalam kasus narkoba.
Dalam selebaran tersebut juga dicantumkan nomor WhatsApp pengaduan 0821-9188-8446 agar masyarakat dapat langsung menyampaikan laporan kepada Kasat Narkoba.
Irman mengungkapkan, sejak sekitar dua pekan e-flyer tersebut disebarkan, sudah ada sejumlah laporan dari masyarakat yang masuk.
“Alhamdulillah sudah ada laporan dari warga. Namun saat ini masih kami lakukan pemeriksaan, pengecekan, dan penyelidikan untuk memastikan apakah benar anggota yang dilaporkan tersebut terlibat atau tidak,” ungkapnya.
Ia juga mengakui bahwa beberapa laporan yang diterima ternyata tidak benar setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut.
“Memang ada laporan dari masyarakat yang setelah kami cek ternyata hoaks. Dalam penanganan perkara narkoba, ada banyak hal dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang mungkin tidak diketahui masyarakat sehingga terkadang menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.
Meski demikian, pihaknya memastikan setiap laporan masyarakat tetap akan ditindaklanjuti secara profesional.
“Insya Allah jika ada perkembangan lebih lanjut terkait laporan yang masuk, akan kami sampaikan kepada publik,” pungkasnya.
Melalui langkah tersebut, Polres Polewali Mandar berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba demi melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.







