POLEWALI MANDAR — Massa yang tergabung dalam Cipayung Polewali Mandar, yang terdiri dari sejumlah Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda (OKP) seperti HMI, PMII, KAMMI, dan GMNI, menggelar aksi di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Polewali Mandar, Rabu (28/1/2026).
Aksi tersebut dilakukan untuk mempertanyakan progres dan transparansi penanganan sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik.
Kedatangan perwakilan mahasiswa itu diterima langsung oleh pihak Kejaksaan melalui forum audiensi yang digelar di aula Kejari Polman. Dalam pertemuan tersebut, Cipayung menyampaikan aspirasi serta meminta kejelasan terkait proses hukum yang saat ini tengah berjalan.
Perwakilan Cipayung menilai keterbukaan informasi menjadi hal penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana penanganan perkara dilakukan. Mereka juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap penanganan kasus.
“Kami datang untuk mempertanyakan progres penanganan kasus dan mendorong Kejaksaan agar terbuka kepada publik,” ujar salah satu perwakilan Cipayung dalam audiensi tersebut.
Menanggapi hal itu, pihak Kejaksaan Negeri Polewali Mandar menjelaskan bahwa proses penanganan perkara masih berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Kejaksaan menegaskan setiap tahapan dilakukan secara cermat, mulai dari pengumpulan data, pendalaman materi, hingga evaluasi aspek hukum.
Kejaksaan juga menyampaikan komitmennya untuk menuntaskan setiap perkara secara profesional serta membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan mahasiswa sebagai bagian dari kontrol publik.
Audiensi berlangsung tertib dan kondusif. Di akhir pertemuan, Cipayung berharap Kejaksaan dapat terus menjaga integritas serta menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara berkala kepada publik.






